Mereka Senang Disebut Syi’ah, Tidak Jika Disebut Rofidhoh

Mereka Senang Disebut Syi'ah, Tidak Jika Disebut Rofidhoh

Syi’ah itu artinya kelompok atau pengikut, ini syi’ahnya Ali, ini syi’ahnya Muawiyyah. Lama kelamaan hanya disematkan ke kelompok atau pengikut Ali saja, makanya orang-orang Syi’ah senang jika disebut Syi’ah. Mereka tidak terima jika disebut Rofidhoh1 (orang yang menolak) yaitu menolak Zaid bin Ali bin Husain, cicitnya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.

Mereka menolak ketika Zaid bin Ali menegur lalu mengajak untuk memuliakan Abu Bakar dan Umar radhiyallahu‘anhuma. Lihat padahal imam mereka sendiri yang mengajak, inilah Rofidhoh yang sukanya ngeyel dan menentang. Maka mereka pantasnya digelari Rofidhoh, jadi jika ingin menggunakan kata syi’ah, sebaiknya disertai dengan kata Rofidhoh.

Maka beginilah bahayanya jika terkena syubhat, sulit keluar walaupun yang mengajak keluar guru atau imamnya sendiri.

Wallahu ‘alam bisshowab.

– Catatan faedah dari muqoddimah kajian kitab Al I’tishom oleh Ustadz Muhtarom حفظه الله تعالى

Footnote:
[1] Rofidhoh [arab: الرافضة] secara bahasa dari kata rofadho – yarfudhu [رفض – يرفض] yang artinya menolak, tidak menerima. Diambil dari perkataan Zaid bin Ali [رفضتموني] ‘kalian menolakku?’ (Maqalat al-Islamiyin, hlm. 65 dan Minhaj as-Sunah an-Nabawiyah, 2/96).

Leave a Reply

Your email address will not be published.