Bahaya Syubhat; dan Cara Menyikapi Syubhat; -TINGGALKAN!-

Bahaya Syubhat; dan Cara Menyikapi Syubhat; -TINGGALKAN!-

Apakah Abu Jahal, Abu Lahab cinta pada Nabi Ibrahim? -Cinta-; Nabi Ismail? -Cinta-. Apakah Abu Jahal, Abu Lahab merasa sedang mengamalkan ajaran Nabi Ibrahim, Nabi Ismail? -Al Jawab? Iya-; Tetapi penuh dengan SYUBHAT, syubhat yang luarbiasa.

Ratusan tahun turun menurun syubhat itu diwariskan dan itu salah tetapi sudah ratusan tahun dipegang sebagai kebenaran. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam datang meluruskan, membenarkan -salah antum yang benar seperti ini- tidak terima mereka dan akhirnya perang; -inilah bahayanya syubhat-.

Kita harus mengambil pelajaran dari sini; JIKA ADA SESEORANG BAWA SYUBHAT; -TINGGALKAN!-. Hati-hati dengan syubhat, SEKALI MASUK SANGAT SULIT UNTUK KELUAR.

Maka jika ada seseorang berbicara dan dikhawatirkan dia memberikan syubhat; syubhat takfiri, khawarij, rofidhoh, jahmiyyah, mu’tazilah, qodariyyah, maturidiyyah, jabariyyah dan seterusnya –TINGGALKAN!– walaupun mengawali kajiannya dengan -Innal-hamda lillah-, walaupun bernampilan seperti kaum salaf, walaupun kitab yang dibahas sifat sholat Nabi, kitab tauhid; tapi BERHAT-HATI jauh lebih baik.

– Catatan faedah dari kajian kitab Ar-Risalah oleh Ustadz Muhtarom حفظه الله تعالى

===
Kami mengajak Antum semua untuk hadir di kajian lanjutan dengan tema “SYUBHAT KEDUA” bersama Al-Ustadz Abu Abdul Azis Muhtarom حفظه الله تعالى Ahad, 2 April 2017 ba’da Dzuhur di Masjid Nurul Iman – Blok M Square.

Leave a Reply

Your email address will not be published.