Soal-Jawab Dengan Ustadz Riyadh Bajrey -hafizhahullah-

Penanya: Assalamu’alaikum warahmatullaah wabarakatuh ya Ustadz

URB: Wa’alaikumussalam warahmatullaah wabarakatuh

Penanya: Bagaimana kabarnya Ustadz?

URB: Alhamdulillaah bekheer ya akhi

Penanya: Saya mau bertanya masalah Ushul, apabila ustadz lagi senggang waktunya?

URB: Tafadhdhal ya akhi, barangkali ana tahu jawabannya

Penanya: Apakah praktek maulid atau tahlilan itu termasuk kesalahan praktis yang lebih cenderung kepada furu’ fiqh dan bukan kesalahan ushulnya sehingga kita tidak bisa menghukumi amalan tsb sesat tadz ?

URB: Itu perkara ushul ya akhi…
kusut ente…itu kesalahan ushuul bukan furu’…

Memang tahlil dan maulidnya adalah bentuk praktik saja, tapi jelas hal itu menunjukkan ushul yang salah dari pelakunya, dikarenakan pelakunya meyakini adanya amalan-amalan ibadah yang hasanah kalaupun jelas tidak diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan ini adalah kesalahan ushul dan kesesatan yang nyata dan bahkan ini adalah salah satu inti pembeda kita dengan firqoh-firqoh ahlul bid’a dan jelas sesat pelakunya, karena setiap bid’ah adalah sesat..

Penanya: Lantas status pelakunya bagaimana stadz ?

URB: Maksudnya ??

Penanya: Apakah pelakunya keluar dari manhaj salaf ?

URB: Oh iya jelaslah itu karena pelakunya memang berada diatas konsep yang beda dengan konsep salaf dan hal itu mah jelas

Penanya: Apakah mereka dikeluarkan dari firqah najiyah yang satu dan masuk kepada yang tujuh dua ustadz ?

URB: Pada dasarnya iya, namun semoga Allah memberikan udzur kepada yang awam dan belom tau apa-apa yah wallahu a’lam, akan tetapi para ahli bid’ahnya atau yang giat menyeru kepada amalan-amalan demikian jelas keluar dari manhaj firqah najiyah lah bro

Penanya: Ada yang bilang katanya hal itu hanya ikhtilaf permasalahan praktis yang tidak mengeluarkan pelakunya dari firqah najiyah stadz..?

URB: yah…kalau ada yang bilang begitu mah sengaco-ngaconya pemikiran itu dan juga selalu ada saja yang akan bilang begitu dan bahkan ada yang bilang juga kalau dia adalah nabi setelah Nabi Muhammad shallalahu aalaihi wasallam

Penanya: Katanya ada ulama juga yang membolehkannya stadz ?

URB: Wallahu alam ana ga tau, tapi ya ulama juga ada aja Zillah-nya, yakni kepleset (keliru) dalam istimbath atau menyimpulkan hukum.

Bahkan ada yang bilang juga khamr itu halal bahkan banyaknya dari golongan hanafiyah, ada juga yang kepleset di takwil Asma wa Shifaat, dan semoga mereka mendapatkan pahala atas ijtihad mereka, tetapi tetap harus diperingatkan manusia dari kekeliruan itu dan tidak boleh seseorang bersikukuh melakukan kesalahan-kesalahan itu atau mewajarkannya dengan ‘dalih’ ada ulama yang mengatakan atau melakukan hal demikian itu

Penanya: Tapi…ini ustadz salaf juga yang bilang stadz ??

URB: hah.. ?? yang bener ente bro ??

Penanya: Iya stadz..doktoral juga dari timur tengah …

URB: Laa ilaaha illallaah.. mushiibah.. tuh kan bener..

Subhat dahsyat itu jadinya, kalau orang seperti itu yang bilang, kasian awam yang baru belajar nanti tambah kedér (bingung) mereka, sudah mah syubhat dari para ahli bidahnya yang gak ada habis-habisnya, ditambah lagi syubhat dari orang-orang yang seperti ini..

Penanya: Bagaimana dong stadz, kita jadi bingung mau ngaji kemana?

URB: Ana ga tau…fitnah-fitnah yang ada di negeri kita terutama sejak zaman pilpres terakhir semakin menyingkap hakikat asli seseorang.

Itulah salah satu hikmah dari fitnah sebenarnya, apalagi ketika zaman demo-demo kemaren itu.. Aduh ampun deh..!!

Orang-orang yang kita harap akan menegaskan hal yang sama dengan kita dan kita kira mereka berada diatas satu konsep yang sama, rupanya mereka pada klemar-klemer (baca: tidak tegas).

Ada yang bilang demo khilafiyah lah..Ada yang bilang Ibnu Taimiyah demo lah.. Ada yang bilang demo haram tapi menyumbangkan makanan untuk para demonstran boleh lah..

Wallaah lucu-lucu jadinya, dan semuanya berkisar antara membuat syubhat atau minimal ‘diam’ dan tidak mengingkari dan bahkan mentolerir kekeliruan itu

Dan malahan kami yang dengan taufiq Allah berusaha mengingkari demo-demo seperti itu disuruh dan ditekan untuk minta maaf, klarifikasi dll, oleh orang-orang yang kita kira juga berada diatas manhaj yang sama

Dan fitnah itu begitu dahsyat waktu itu, sampai titik dimana kami sendiri sampai meragukan keyakinan yang telah kami pelajari dan yakini selama belasan tahun.

Kalau bukan karna Allah ta’ala anugerahkan kami kekuatan dan sabar dalam menghadapi fitnah, sehingga kami ga komen apa-apa dan diam dulu sampai semua kabut ini hilang , entahlah bagaimana itu jadinya..

Penanya: Maka dari itu ustadz, kami sampai bingung gitu tadz !!!

URB: Nah, kebayang ga awamnya seperti apa bingungnya?.. dan bahkan ada beberapa orang yang kita tuakan, lalu kita ngobrol sedikit curhat kepadanya tentang masalah ini, subhanallaah rupanya keesokannya dia juga malah ikutan demo

Laahawla walaa quwwata illaa billaah..

Padahal waktu itu apa yang kita sampaikan cuma berupa terjemahan dari perkataan dan fatwa para ulama seperti Syeikh Shalih al-Fauzan dan Syeikh Said Ruslan, dll hafidzhahumullaah, dan bukannya kami mengarang-ngarang sendiri, hanya saja berbeda gaya penyampaiannya saja, ana menyampaikannya dengan ‘slengean’ dan emang begitu gaya ngomongnya hahahahh..

Allaahul musta’aan..hasbunallaah wa ni’mal wakiil.. Dan kini akhirnya awam dan para penuntut ilmu bingung mau denger dan percaya siapa!!!

Penanya: Iya stadz bener..terus bagaimana dong stadz ??

URB: maksudnya?

Penanya: Sikap kita mesti bagaimana menghadapi kondisi seperti ini ??

URB: ya Akhi hadaanallaah wa iyyaakum.. Mindset yang keliru memang, sejak awalnya ketika kita mematokan kebenaran kepada seseorang lulusan timur tengah atau doctor atau Lc M.A dll..

itu sudah salah dari awalnya.. dan kita selalu silau melihat gelar-gelar seperti itu..makanya ana paliiiing ga mau disematkan emblem seperti itu di-nama ana.. Banyak doctoral timur tengah dan bahkan yang menyerukan kepada perkara yang tidak-tidak juga..

Diantaranya ada yang mencela-cela sunnah seperti janggut dan mencela-cela Ahlussunnah dengan wahabi dll kalian dengar semua berita ini dan pelakunya itu lulusan timur tengah juga..

Ada diantara mereka yang juga membuat tulisan membolehkan untuk ikut acara seminar dan organisasi berbarengan dengan para hizbiyyah harokiyah yang positif ahlul bidah, yang mana seharusnya kita hindari bermanis-manis dan duduk-duduk bersama mereka itu…

Dalilnya katanya kalau naik angkot apakah kita lihat isinya ahlul bid’ah atau bukan itu angkot… kalo ada ahlul bidah masa kita ga jadi naik itu angkot…hahahahah..lucu ni doktor timteng pada begini jadi unyu-unyu akhirnya, Allaahul musta’aan..

Dan susah dibilangin atau dinasehatin kalo sudah begini malah debat yang ada jadinya…bahkan dari kasus yang dulu-dulu kalaupun ‘Qudamaa’ yakni orang-orang tua yang nasehatin selalu mereka bantah.. Apalagi kami yang masih muda yang menegur..

Imam syafii rahimahullaah berkata:

‎ما ناظرت أحدا علمت أنه مقيم على بدعه
Aku tak pernah mendebat siapapun yang telah tampak bagiku bahwa dia sudah kukuh atau sudah PEDE diatas bidahnya..

Maka kita serahkan saja urusan mereka kepada Allah, semoga Allah kasih hidayah kepada kita dan mereka

Tapi penuntut ilmu dan awam mah harus tetep diperingatkan dari kekeliruan-kekeliruan itu supaya gak menyebar virusnya.. yang jelas kalau kita ikut istidlal atau gaya berdalil dan konsep-konsep mereka demikian, maka bisa-bisa berantakan semua bangunan dan kaidah manhaj yang sejak zaman salaf diwariskan dari zaman ke zaman dan dipegang teguh dijaga dan dibela oleh para salafiyyiin..

Dan akhirnya jadilah kita mudaahiniin mumayyi’iin yang ga jelas manhajnya..

Disebut salaf pun berbeda dengan salaf yang murni dan asli, lalu disebut tradisionalis juga sudah tidak melakukan ibadah yang bid’ah dan sudah bejenggot serta cingkrang celananya “katanya” ..hahahahhh…berubahlah akhirnya wajah dakwah salaf tuh…

Penanya: begitu stadz yah..

URB: Iyaa..biasanya orang-orang seperti ini di fiqihnya galak, setiap hal-hal yang sebenarnya ringan di fiqh dan ada khilafiyahnya mereka haramkan dengan tegas sehingga sangat tabu yang seolah-olah sudah menjadi ijma’ atas keharamannya.

Tapi giliran urusannya berkaitan dengan aqidah dan manhaj maka kalian akan menemukan bahwa mereka adalah orang yang sangat tolerir dan fleksibel sekali dan dengan mudahnya meninggalkan idealism manhajnya, yang selalu berhujjah dengan maslahat dakwah ‘katanya’..

Ini adalah ‘Kesomplakan’ yang nyata hahahah..

Masalah-masalah yang sebenarnya fiqh furu’ seperti misalnya penggunaan ojek disuruh jajan noh apa itu namanya..??

Penanya: Gopay stadz..

URB: naah iya tuh.. dia haramkan sejadi-jadinya padahal banyak maslahat demi kemudahan manusia dan jadi peluang nafkah buat sebagian, sesuai dengan maqashid syariah dan toh banyak peluang mubahnya..

Mengajar akhwat tanpa hijab juga diantara mereka ada yang tegas dan kenceng mengharamkannya padahal pendapat ulama dalam hal itu ikhtilaf “santai” bahkan seorang Syeikh Mugbil dan Alfagii rahimahumullaah memubahkan, begitupun Imam Ibnu Batthoh dari golongan salaf..

Tapi giliran kasus-kasus manhajiyah dan aqidah seperti pemilu, begitu rajin mereka aktif menulis dan menyeru manusia kepadanya -kalupun dalam hukum memilih presidennya ikhtilaf ulama- tapi bukan berarti boleh menjadi orang yang aktif menyerunya dan ikut menjelekan calon lain atau ikut bicara isu-isu politik dan menyebarkan berita keresahan dikalangan umat dll

Sungguh jelas kelihatan, berbeda antara orang yang kepepet (baca: terpaksa) makan babi dengan yang memang dasarnya doyan babi sehingga mencari-cari alasan untuk makan babi, wallaah..

Penanya: hahahahhh ustadz bisa saja

URB: iiyaa..hahahahh…masa baru ditakut-takutin kabar syiah saja langsung goyang aqidahnya trus ikut pesta kufur demokrasi..

Gampang banget ditunggangi politik seperti kasus gubernur Jakarta kemarin itu.. Seolah-olah jihad atas nama agama padahal itu semua tunggangan politik yang mana hal ini dapat diketahui oleh orang-orang yang Allah anugerahi ketenangan dan bashiroh dan hal ini semua ga pada tempatnya wallaaah..

Seharusnya dia tegas dan kenceng dalam masalah itu serta gak goyang prinsipnya karena berkaitan dengan aqidah dan manhaj itu

Dan seharusnya santai dalam masalah-masalah fiqh praktis, serta cari peluang mubah yang meringankan dan jadi maslahat untuk muslimin…

Penanya: Iya stadz yah…nasehatnya dong stadz..ana dan temen-temen mesti bagaimana ini?

URB: Yaaahh…makanya sudahlah… Syubhat-syubhat demikian ga bakalan ada habis-habisnya, memang akan selalu ada untuk menguji dan menyaring para pencari al-Haq.

Hikmahnya itu supaya semakin kesaring dan terealisasikan gharaabah (keterasingan) kita. Belajarlah melihat kebenaran dari dalil serta cara memahaminya dan menerapkannya ‘ala salafusshalih..

Dan jangan lihat kebenaran pada diri seseorang dengan banyak pengikutnya dan juga jangan selalu mematokan kebenaran kepada individu-individu tertentu hanya karena silau dengan background akademisnya, dll. Yang akhirnya semua sikap itu akan menjebak kita dalam kekeliruan..

Antum sibukan diri antum terus dengan pelajari manhaj yang haq saja. Pelajari ushuul dan qawaaid aqidah kita yang tertulis di kitab-kitab sunnah atau syariiah.

Nanti setiap ada kasus penyimpangan langsung ente otomatis tahu sendiri jawabannya dan sudah terasa peka di hati langsung, bahwa ada yang ga beres nih.

Dan seolah-olah dengan mempelajari yang haq itu maka semakin terbangun intuisi atau firasat kita.. begitu… dan cari lingkungan social yang memang berakidah dan bermanhaj baik sehingga terwarnai kita dengan kebaikan mereka..

Lalu cari juga asatidz yang emang kenceng manhajnya jangan yang empuk sejak awal..

kalau ustadznya saja dari awal sudah empuk ya nanti muridnya buuyyyaarr deh tuh…

Lihat para artis-artis yang ngaji dengan ustadz-ustadz tertentu itu..

Tidaklah mereka meninggalkan dunia entertainmentnya ternyata tetap betah mereka disitu..

Dan yang ada mereka malah semakin aktif di dunia entertaimentnya dan bahkan ustadznya turut diajak masuk TV umum hahahahh..seharusnya kan dia yang mengajak artis itu keluar..

Penanya: Iyaa stadz yah ..

URB: Laah iyaa… Terus efek ngajinya dengsn asatidz itu mana ??

kalo mereka bilang: “sudah kami nasehatin tapi ga mau denger” Sharusnya pada saat itu mereka mengambil sikap meninggalkan artis itu, dan jangan lagi duduk bersama mereka karena akan mencoreng nama dakwah nantinya dan yang terakhir tapi paling utama niiih awaass..

Jangan pernah berhenti minta kepada Allah, seyakin apapun ente dengan kesimpulan yang ente sudah dapatkan jangaaan berhenti doa minta supaya ditunjukin yang haq dan diberikan ‘tsabaat’ dan dijauhkan dari zaigh dan dhalaal..

Penanya: Wallaah syukron nasehatnya stadz..

URB: bil’aafiyah habiibii..

Penanya: Tulisan ini ana share nasehatnya ke kawan-kawan boleh stadz ya?

URB: zeen zenn..iyaa khair insya Allah..

===
Note
:
Wacana ini dishare atas seizin Ustadz Riyadh Bajrey hafizhahullaah dan telah diedit ulang oleh uploader (penulis), beberapa penulisannya tanpa mengurangi esensi nasehat dari beliau hafizhahullaah

– Ditulis oleh akhuna Yuda Abdul Ghani

===
FB / IG @gigitsunnah
Twitter @ggsunnah

GigitSunnah.com
Tanam Tumbuh Kuatkan Tauhid dan Gigitlah Sunnah dengan Gigi Geraham

Permalink: https://gigitsunnah.com/soal-jawab-dengan-ustadz-riyadh-bajrey-hafizhahullah/

Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on Google+Share on LinkedIn